Nitrogen-based degasser dirancang khusus untuk menghilangkan gas hidrogen dari aluminium cair, sehingga kadar H₂ dapat ditekan seminimal mungkin dan menghasilkan aluminium cair yang bersih dan berkualitas tinggi sebelum proses pengecoran.
Gas hidrogen (H₂) sangat mudah larut dalam aluminium cair, namun tidak dapat larut dalam aluminium padat. Oleh karena itu, selama proses pembekuan ketika aluminium cair berubah menjadi fase padat, gas hidrogen yang semula terlarut akan menjadi tidak stabil dan membentuk gelembung gas yang terperangkap di dalam logam padat.
Gas H₂ yang terperangkap ini menyebabkan cacat pada hasil pengecoran berupa pori-pori atau lubang kecil yang tersebar merata di seluruh bagian coran, dengan diameter berkisar antara 0,01 mm hingga 1,5 mm. Cacat ini dapat menurunkan kualitas mekanik dan tampilan produk akhir.